B. Indonesia Sekolah Menengah Pertama buatlah sebuah cerita fabel sederhana​

buatlah sebuah cerita fabel sederhana​

Orientasi

Burung bangau dan burung kolibri berteman baik. Bangau bertubuh tinggi dan kurus. Sementara kolibri bertubuh kecil dan gesit. Mereka sama-sama suka makan ikan di sebuah danau.

Komplikasi

"Aku khawatir jumlah ikan di sini tidak akan cukup untuk kita berdua. Ayo kita berlomba terbang untuk menentukan siapa yang dapat makan ikan di danau ini?" tantang kolibri kepada bangau.

Kolibri yakin bisa mengalahkan bangau dengan kecepatannya. Bangau tidak mau kalah. Ia menerima tantangan kolibri.

Resolusi

Mereka sepakat akan berlomba selama empat hari. Garis akhirnya adalah sebuah pohon tua di hulu sungai. Siapa yang berhasil mencapai pohon itu duluan maka semua ikan di danau jadi miliknya.

Keesokan paginya, mereka memulai lomba. Kolibri terbang dengan sangat cepat. Sementara, bangau terbangnya lamban. Sepanjang perjalanan, kolibri sering teralihkan oleh bunga-bunga yang indah. Ia sering berhenti untuk mengisap sari bunga yang lezat.

Karena terlalu asyik menikmati sari bunga, kolibri segera disusul bangau. Melihat kolibri sedang mengisap sari bunga, bangau segera meninggalkannya.

Kolibri sadar dan segera menyusul bangau dengan cepat. Ia pun berhasil menyusulnya. Saat malam tiba, kolibri kecapaian dan tertidur. Sementara itu, bangau tetap terbang.

Esoknya, kolibri bangun dan sadar dia tertinggal oleh bangau. Namun, lagi-lagi kolibri berhenti dan tertarik untuk mengisap sari bunga.

Pada malam ketiga, kolibri tidur lagi. Paginya, ia segera terbang mencapai pohon yang menjadi garis akhir lomba. Namun, ia kaget karena bangau lebih dulu sampai pohon itu.

Koda

Akhirnya, bangau yang terbang dengan tenang siang dan malam memenangkan perlombaan. Sementara, kolibri yang sering berhenti di tengah perjalanan kalah.

Sejak saat itu, bangau memakan ikan di danau. Sedangkan, kolibri memakan sari bunga.

Jawaban:

Bebek Buruk Rupa

Seorang petani memiliki seekor bebek, yang menghasilkan 10 telur. Segera, mereka semua menetas. Dari 10 telur yang ada, 9 anak itik tampak seperti induknya. Anak itik dari telur ke-10 tampak berbeda dengan tubuh lebih besar dan berwarna abu-abu.

Semua anak itik lainnya pun mengolok-olok itik tersebut. Tidak senang di peternakan, itik malang itu lari ke sungai di dekatnya. Di sana dia melihat angsa putih yang indah. Takut dan tersesat, dia ingin tenggelam di sungai. Tetapi ketika dia melihat bayangannya di sungai, dia menyadari bahwa dia bukanlah itik yang jelek, tetapi angsa yang cantik!

Pesan moral: Cintai diri sendiri apa adanya dan jangan mengolok-olok fisik orang lain.

semoga bermanfaat maaf y KLO salah

[answer.2.content]